Skip to main content

menatap indahnya senyumanmu

assalamualaikum w.b.r. buat semua teman yang sudi singgah ke blog saya..terima kasih...=)..

kali ini bicara saya berkisarkan ibu..

ibu..mama..umi..mak..macam-macam lagi panggilan buat seorang ibu..

menatap indahnya senyuman diwajahmu
membuat ku terdiam dan terpaku
mengerti akan hadirnya cinta terindah
saat kau peluk mesra tubuhku

terima kasih umi..saya dedikasikan post ini untuk umi saya yang telah bersusah payah membesarkan saya..sejak saya kecil..sehinggalah saya kini..tiada yang dapat membalas jasa-jasa umi pada anakmu ini..walau segunung emas sekalipun..umi..anakmu ini sangat menyayangimu..ku doakan dirimu dalam redha-Nya senantiasa..amin..tanpa umi..siapalah anakanda di muka bumi ini..

banyak kata
yang tak mampu ku ungkapkan
kepada dirimu

senyuman umi..pengubat jiwa yang duka..ketawa umi..penyembuh nestapa..marahnya umi..tanda kasihnya..geramnya umi..tanda mendidik..menangisnya umi..hatiku pedih..sakitnya umi..jiwaku menderita..bebelan umi..ku rindu..sabarnya umi..penyayangnya umi....itulah umiku..

aku ingin engkau selalu
hadir dan temani aku
disetiap langkah
yang meyakiniku
kau tercipta untukku
sepanjang hidupku

tanpa umi..aku tiada..tanpa umi..aku sendiri..tanpa umi..aku celaru..tanpa umi..siapalah diriku..

meski waktu akan mampu
memanggil seluruh ragaku
ku ingin kau tahu
ku selalu milikmu
yang mencintaimu
sepanjang hidupku

..umi..ku sayang dirimu..

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

perjalanan

ku telusuri perjalanan panjang hidupku, pelbagai perkara datang dan pergi, semuanya menjadi kenangan yang manis juga pahit yang pastiku simpan dalam kotak kenangan lama sudah rasanya tak berkelana  menjenguk bumi Tuhan menjengah jejak-jejak pengajaran yang mungkin wujud pada satu-satu penciptaan Tuhan memujuk diri dengan kelana yang panjang sukar.. menjadi sabar dan redha tak sesukar mengungkapkan kata-kata suruhan  untuk berbuat demikian lantas aku sering berfikir apakah hikmah di balik tiap kejadian yang aku alami selalu buntu menemani diri akankah berulang? mungkinkah selamanya? sampai bila semua ini perlu berlaku? apa yang perlu aku lakukan? redhakah aku? sekuat mana aku boleh bersabar? kotak fikirku jadi tepu berlegar-legar mencari satu jawapan mungkin.. x seberat pada pandangan mata insan namun yang merasai terasa berat bebanan yang ditanggung namun kala hati dipujuk iman dengan kalam Tuhan saat e...

..........

terkadang, rasa derita itu terasa akan terus berpanjangan, tapi, bila kita beriman dengan Tuhan Semesta Alam, kita tahu,  semua yang berlaku itu ada sebab tersendiri.. tiadalah Dia menciptakan sesuatu itu dengan sia-sia,  pada orang yang mahu berfikir.. selalu terjumpa ayat-ayat ini, dalam Al-Quran.. rasa terkilan, rasa menyesal, segala bagai perasaan yang menjerut hati.. jadi tenang, mungkin bukan sepenuhnya.. tapi,rasa tenang itu tetap ada.. kerana seorang Islam itu diajar untuk bersikap redha.. beriman dengan Qada' dan Qadar.. selalu, ada insan-insan yang terkesan memujuk hati.. mungkin bukan secara berhadapan, ataupun punya masalah yang kita sendiri tak tahu, apa masalah yang dia hadapi... tapi, kerana dia juga beriman, kami berkongsi solusi, atas dasar yang sama.. terkadang, kita rasa kita sudah cuba yang terbaik, tapi,tetap, ujian itu selalu ada.. untuk setiap hamba-hambaNya.. ketidakpastian itu, pasti akan ada...

rindu menggunung: dia+ibu+ayah

RINDU.. pada segugus senyuman milik dia pengubat dan kekuatan yang Tuhan beri pada dia, dalam hidupku, Tuhan menciptakan dia,  dan memberi keizinan untuk dia berkongsi hidup denganku.. kadang-kadang,  ketidaksempurnaanku, dia lengkapkan, dan begitu juga aku harapkan sebaliknya, padanya.. bila rindu, selalu aku khabarkan pada ibu.. perihal dia, sambil ketawa, tersenyum, sering juga dengan airmata, mengenangkan perangai dan tingkahnya yang mencuit atau mengguris naluri kecilku, berkongsi, meminta nasihat, pandangan dari ibu yang sudah lama makan garam dari anaknya ini.. dan ibu pasti kata: 'anak ibu mesti rindu ni..dari tadi asyik bercerita perihal dia..' 'anak ibu ok?' ibu.. benarlah ibu itu lebih mengerti perasaan dan laku anak-anaknya, meski jauh terpisah beribu batu, namun gerak hati ibu seakan dapat membaca diari hidup anak-anaknya.. kuasa Tuhan yang satu.. 'anak ibu sihat?' 'kenapa diam, nak?' ...